Sesuatu yang sangat penting sekali artinya yang diberikan oleh seorang editor adalah
untuk menyusun keseluruhan film.
untuk menyusun keseluruhan film.
Menurut Joseph M Bogs, film tak ubahnya bagaikan sebuah teta teki jigsaw (teka teki menyusun potongan-potongan gambar) yang ruwet, sampai menjadi satu kesatuan yang terdiri dari berbagai ragam komponen visual dan unsur suara.
Sutradara besar Rusia Pudovkin berpendapat bahwa editing adalah dasar dari seni film.Menurut Pudovkin yang mengatakan film di shot adalah “salah”, Film tidak di shot tapi dibangun dari potongan-potongan seluloid yang terpisah-pisah yang merupakan bahan ramuannya.
Alfred Hitchcock memperkuat kedua pendapat di atas bahwa, layar harus dapat bicara dalam bahasanya sendiri yang dibentuk baru dan itu tidak akan mungkin bisa dilakukan kecuali setiap adegan diperlakukan sebagai sepotong bahan baku yang harus dipecah-pecah, dipreteli sebelum dapat dijalin disatukan menjadi sebuah pola yang ekspresif.
Menurut undang-undang perfilman, editor adalah karyawan film dan televisi profesional yang bertindak sebagai penyunting rekaman gambar (shot) dan rekaman suara pendukung (off line) untuk menjadi rangkaian penuturan sinematik sampai siap cetak (on line) sebagai sebuah karya film.
Terlepas dari berbagai pendapat tentang editing, secara sederhana editing penyuntingan film adalah usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film lebih berguna. Penyuntingan dapat dilakukan jika bahan dasarnya berupa shot (stock shot) dan unsur pendukung suara. Selain itu, dalam kegiatan editing seorang editor harus betul-betul mampu merekontruksi (menata ulang) kembali potongan-potongan gambar yang diambil.
Karena begitu pentingnya proses editing, maka peranan editor hampir dapat disamakan dengan peranan Sutradara. Pekerjaan penyuntingan harus dengan kepekaan artistik, persepsi artistik dan pertimbangan estetik, dengan rasa keterlibatan yang serius dalam subjek film dan dengan memberikan pengertian yang jelas tentang tujuan yang diinginkan oleh seorang sutradara.
Sumber : materi kuliah "Produksi iklan televisi" Periklanan DIII PAKT FIKOM UNPAD
0 komentar:
Poskan Komentar